Friday, May 16, 2008

faMily heAlth Care FunCtion...

FUNGSI PERAWATAN KESEHATAN KELUARGA

Fungsi perawatan kesehatan merupakan hal yang penting dalam pengkajian keluarga. Keluarga merupakan perspektif dasar dalam masyarakat dimana perilaku sehat dan perawatan kesehatan diatur, dilaksanakan, dan diamankan. Keluarga memberikan perawatan kesehatan yang bersifat preventif dan secara bersama-sama merawat anggota keluarga yang sakit. Perbaikan dan pemeliharaan kesehatan berlangsung terutama melalui komitmen dan modifikasi lingkungan serta gaya hidup pribadi, hal ini semakin memperkuat peran pokok keluarga dalam melaksanakan tanggungjawab terhadap kesehatan para anggotanya. Model keperawatan kesehatan yang diberikan pada keluargapun seharusnya diubah, penyuluhan dan konseling untuk perawatan diri keluarga merupakan tujuan utama dari praktik keperawatan keluarga.

Perilaku keluarga berhubungan dengan sehat-sakit.
Praktik-praktik kesehatan dan penggunaan pelayanan perawatan kesehatan sangat bervariasi antar keluarga.

Konseptual sehat –sakit.
Budaya, lingkungan, kelas sosial, serta tingkat perkembangan teknologi akan berpengaruh terhadap konsep sehat-sakit keluarga.
Tiga orientasi dasar yang paling menonjol terhadap sehat dan sakit adalah:
1. Perasaan sehat-sakit yang objektif (orientasi pada keadaan perasaan).
2. Ada tidaknya gejala-gejala umum atau spesifik (orientasi pada gejala).
3. Keadaan mampu atau tidak mampu melakukan aktivitas yang biasa dilakukan (orientasi pada penampilan).

Pentingnya kepercayaan kesehatan pribadi dan keluarga.
Beberapa aspek kehidupan memiliki valensi negatif (dinilai secara negative), valensi positif, dan valensi netral. Individu akan mencoba untuk menghindari aspek-aspek yang dinilai negatif dan sebaliknya mencoba memasukkan aspek positif dalam kehidupan mereka.
Seorang individu dapat melakukan tindakan-tindakan preventif untuk menghindari penyakit jika ia percaya:
1. Secara pribadi ia rentan terhadap penyakit.
2. Keadaan sakit minimal agak berat, sehingga konsekuensi mendapat penyakit akan mengganggu kehidupan orang tersebut secara signifikan.
3. Melakukan tindakan tertentu akan bermanfaat dalam mengurangi kerentanan terhadap penyakit.

Praktik perawatan kesehatan.
Promosi praktik-praktik kesehatan dalam keluarga merupakan tujuan dasar dari keperawatan keluarga. Penting untuk mendapat informasi mengenai praktik-praktik kesehatan keluarga untuk membantu keluarga dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan.
Indikasi yang sering digunakan untuk menilai tingkat fungsi perawatan kesehatan keluarga adalah tingkat kesehatan seluruh anggota keluarga. Indikasi ini dinyatakan dengan pengumpulan informasi tentang insiden penyakit dari setiap anggota keluarga dalam periode tertentu, tentu saja dengan mempertimbangkan usia dan lingkungan individu yang memainkan peranan penting dalam genesis dan insiden penyakit.

Ada beberapa bidang dalam praktik kesehatan yang bermanfaat dalam pemberian pendidikan kesehatan bagi klien:
1. Praktik gaya hidup--- pola diet, tidur, dan istirahat, latihan dan rekreasi, kebiasaan menggunakan obat, dan perawatan diri.
2. Praktik lingkungan---praktik kebersihan dan keamanan.
3. Praktik preventif berdasarkan medis---pemeriksaan fisik umum dan lebih spesifik, pemeriksaan penglihatan dan pendengaran, imunisasi.
4. Praktik kesehatan gigi.

Praktik gaya hidup.
Sosial budaya, lingkungan, dan gaya hidup memainkan peran dalam kesehatan secara nyata. Perbaikan status kesehatan adalah melalui perbaikan gaya hidup. Perubahan tingkah laku pribadi dalam hal diet, olahraga, merokok, alkohol, dan penyalahgunaan obat---sangat diperlukan, dan semua hal itu merupakan faktor-faktor penting yang mempengaruhi kesehatan.

Praktik diet keluarga.
Pentingnya sadar gizi sebagai strategi kesehatan akan memberikan kontribusi yang besar bagi keluarga untuk memaksimalkan upaya preventif keluarga. Informasi tambahan yang relevan dalam mengkaji praktik diet keluarga meliputi kesadaran akan fungsi waktu makan bagi keluarga dan waktu makan.

Praktik tidur dan istirahat keluarga.
Tidur merupakan sebuah fungsi penting untuk hidup yang berkualitas. Tidur dapat memenuhi beberapa kebutuhan psikologis, seperti konservasi energy, pemulihan, dan mengurangi kelelahan. Faktor utama dalam menentukan berapa lama tidur yang diperlukan oleh anggota keluarga adalah umur. Peningkatan status kesehatan secara menyeluruh, perbaikan status mental, dan umur yang lebih panjang mempunyai korelasi positif dengan kebiasaan tidur dan istirahat yang adequat dan teratur.

Aktivitas latihan dan rekreasi.
Latihan yang teratur merupakan kebiasaan sehat yang berhubungan erat dengan kesehatan secara keseluruhan, umur panjang, dan perbaikan mental.

Kebiasaan menggunakan obat dalam keluarga.
Banyak obat yang digunakan oleh keluarga dilakukan sebagai alternatif terhadap perawatan professional. Pada umumnya masalah-masalah kesehatan yang sedang dialami dipandang terlalu sederhana untuk mencari perawatan medis atau dianggap bahwa keluarga mampu menanganinya secara memadai. Oleh karena itu penting untuk dikaji penggunaan obat yang dijual bebas sehingga dapat diketahui efek samping dan efek kompatibilitas yang berbahaya.

Praktik perawatan diri.
Penentuan terhadap kemampuan keluarga dalam melakukan perawatan diri dan motivasinya serta kompetensi aktual dalam menangani persoalan-persoalan kesehatan merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan perawat dalam melakukan pengkajian keluarga. Tanggungjawab keluarga terhadap perawatan diri tergantung dari pemahaman keluarga terhadap status kesehatannya serta masalah-masalah kesehatan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki dan memelihara kesehatannya. Praktik perawatan diri tidak hanya meliputi praktik-praktik pencegahan, diagnosis, penanganan masalah kesehatan di rumah, melainkan juga semua prosedur dan pengobatan anggota keluarga yang sakit---seperti memberikan obat, menggunakan alat-alat khusus, dan menjalankan latihan serta pemberian diet tertentu.
Pengkajian tentang kemampuan perawatan diri keluarga, berfokus pada pengetahuan, motivasi, dan kekuatan keterampilan motorik atau koordinasi keluarga yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas fisik perawatan, memberikan dasar untuk mengevaluasi kebutuhan intervensi keperawatan.

Praktik lingkungan.
Praktik lingkungan terdiri dari kebiasaan-kebiasaan atau pola-pola yang secara positif atau negatif mempengaruhi status kesehatan keluarga atau anggota keluarga.

Tindakan preventif berdasarkan medis.
Pemeriksaan fisik lengkap yang dilakukan secara teratur setiap tahun bagi populasi yang sehat dianggap sebagai sesuatu yang tidak efektif dan merupakan suatu pemborosan. Di lain pihak, pemeriksaan fisik preventif selektif yang dilakukan secara teratur merupakan sebuah upaya yang efektif dari segi biaya dan mampu men-screening beberapa kemungkinan utama terhadap kesehatan.
Pengkajian kesehatan tahunan (pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan diagnostik) yang disesuaikan dengan umur, ras, dan jenis kelamin sangat penting untuk dilakukan. Pengkajian ini memberikan informasi yang diperlukan agar bersama-sama klien dapat membuat rencana pemeliharaan kesehatan. Pengkajian kesehatan preventif mengidentifikasi faktor resiko dari seorang individu. Pengkajian kesehatan juga dapat digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit yang tidak tampak serta gejala-gejala yang penting dalam temuan kasus.



Pemeriksaan penglihatan dan pendengaran.
Pengkajian kesehatan harus dilengkapi dengan pemeriksaan pendengaran dan penglihatan. Hal ini ditujukan agar kemungkinan terjadinya kelainan atau penurunan fungsi dapat ditangani secara efektif atau bahkan dapat dicegah.
Penurunan pendengaran yang bersifat progresif dapat terjadi karena terpapar terhadap kebisingan. Penurunan pendengaran dapat diakibatkan juga oleh proses penuaan, serta kebiasaan hidup yang tidak sehat, seperti merokok.
Pemeriksaan mata idealnya dilakukan sekali dalam 2 tahun. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan tonometri untuk mendeteksi adanya glaucoma, yang dianjurkan berdasarkan pemeriksaan tahunan bagi orang dewasa di atas 40 tahun.

Status imunisasi.
Salah satu tindakan paling penting dan paling spesifik untuk mencegah penyakit adalah imunisasi. Minimal 75 % - 80 % dari anak-anak yang rentan harus diimunisasi secara efektif untuk melindungi komunitas dari penyakit-penyakit menular yang dapat dicegah.

Praktik perawatan kesehatan gigi.
Perawatan kesehatan gigi meliputi perawatan preventif dan praktik-praktik kesehatan kuratif. Empat unsur dasar untuk pemeliharaan kesehatan gigi yaitu:
1. Pelayanan gigi preventif yang teratur, termasuk pemeriksaan gigi, rontgen, pembersihan, penyuluhan, dan fluoride topical bila perlu.
2. Penggunaan air yang mengandung fluoride, atau jika tidak ada, penggunaan cairan fluoride oral sehari-hari atau tablet untuk anak-anak.
3. Menyikat gigi (flossing) setelah makan.
4. Penurunan jumlah diet tertentu dari karbohidrat yang dapat mengalami fermentasi dalam diet.

Riwayat kesehatan keluarga.
Bagian ini dianggap penting karena beberapa hal. Pertama, bahwa riwayat keluarga akan sering mengidentifikasi faktor-faktor resiko keluarga. Kedua, pengalaman-pengalaman keluarga dengan penyakit tertentu mungkin menimbulkan ketakutan, mitos, ataupun salah pengertian tentang suatu penyakit. Ketiga, dengan menggali riwayat medis keluarga, perawat akan belajar lebih banyak tentang orientasi keluarga dan dengan demikian perawat akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang masa lalu keluarga.
Riwayat medis keluarga terdiri dari identifikasi penyakit yang berkaitan dengan lingkungan dan genetik pada masa lalu dan saat ini dari orientasi keluarga.

Catatan kesehatan keluarga.
Mendidik keluarga tentang pentingnya memperhatikan catatan medis merupakan suatu bentuk penyuluhan kesehatan yang penting untuk membantu keluarga agar dapat bertanggungjawab terhadap perawatan kesehatan mereka.

No comments: